Kamis, 09 Juni 2011

:')


            Ketika bulan enggan memandangku, dan kerumunan air yang berhimpitan berlomba-lomba turun. Ketika itu pula aku enggan menghapuskan namamu, bersama deras air yang sedari tadi menetes tiada henti mengalir membasahi pelupukku yang kian hari kian sayu. Melupakanmu, ibaratkan membalik laut dan menumpahkannya di kawah. Melupakanmu, ibarat melukis langit menggunakan getah.
            Semakin aku berusaha membabat habis cerita kita, semakin hatiku tersayat sabitan yang ku lemparkan. Semakin aku berusaha menghilangkan namamu, semakin aku bermain dengan nostalgia masa laluku. Dan saat itu, aku ingin memelukmu, takdir ini membunuhku! Aku mencintaimu, dan tak pernah mau tau apa itu perbedaan. Perbedaan yang terus menerus menghukumku :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar