Aku mencintaimu seperti aku mencintai bunga-bunga yang bermekaran di setiap pagi, tanpa pernah menunduk di sore hari. Aku merindukanmu, seperti uap yang terkungkung di awan, ia selalu ingin bercumbu dengan lautan lewat hujan. Aku mencintaimu seperti langit dan bumi yang selalu berjauhan. Aku mencintaimu, lewat isyarat tanpa tatapan. Yang mengabarimu lewat hening, dan mencumbuimu lewat angin. Aku hanya pengecut yang tak berani menentang takdir, jika harus menyakiti banyak hati. Aku hanya takut nantinya Tuhan murka, karena aku yang selalu memaksa takdir menyetujui cinta kita. Aku takut nantinya, aku semakin tak mampu melepaskanmu ketika cinta itu tumbuh dan bersemi dalam kurun tak terhingga, yang membuat dosa-dosa ini semakin mengiang di pikiran kita. Lupakanlah angan-angan, yang dahulu kita junjung tinggi. Lupakanlah berjuta mimpi, yang dulu kau arak bersamaku. Cintaku hanya asap, yang kau hirup kemudian menyakiti tubuhmu. Cintaku hanya asap, yang terbang menghilang ketika perbedaan meniupku kencang :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar